Terbaru

KORBAN PENGANIAYAAN AKHIRNYA MENINGGAL DUNIA

Abdul SudJa`i warga kelurahan Dekoro kecamatan Pekalongan Timur, korban penganiayaan di sekitar Pasar Grosir setono akhirnya meninggal dunia pada Jumat 15 Oktober pagi. Sebelum meninggal korban sempat mendapat perawatan intesif di Ruang ICU Rumah Sakit Budi Rahayu.

Siti Fatimah istri korban kepada reporter Radio Kota Batik mengatakan, suaminya sempat menjalani perawatan di ICU RS Budi Rahayu selama 3 hari. Namun karena luka yang diderita suaminya sangat parah, akhirnya suami tercintanya meninggal dunia pada hari Jumat pagi.

Fatimah meminta kepada anggota kepolisian untuk bisa menangkap pelaku atas kematian suaminya, dan mendapat hukuman yang setimpal karena dengan kepergian suaminya dirinya harus membanting tulang untuk menghidupi ketiga anaknya yang masih sekolah.

Fatimah juga berharap agar biaya perawatan almarhum saat di rumah sakit agar diberi keringanan, karena selama ini keluarganya hidup dalam keadaan serba pas-pasan sehingga takan mampu untuk membayar semua ongkos rumah sakit.

Sementara itu Kapolsekta Pekalongan Timur Komisaris Polisi Sri Sumardi, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih belum menemukan identitas pelaku, namun anggotanya masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku karena dari pemeriksaan sejumlah saksi dilokasi kejadian berhasil mengetahui ciri-ciri pelaku.

MAYAT TANPA IDENTITAS DITEMUKAN DI SUNGAI SENGKARANG

Sesosok mayat perempuan tanpa identitas di temukan warga di sekitar sungai sengkarang Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Untuk mengetahui penyebab kematian, mayat perempuan tersebut akhirnya di bawa ke Rumah Sakit Kraton untuk dilakukan otopsi.

Kasatreskrim Polres Pekalongan Ajun Komisaris Polisi Bambang Purnomo kepada reporter Radio Kota Batik mengatakan, mendapat laporan warga pihaknya langsung melakukan oleh tempat kejadian perkara dilokasi penemuan mayat, namun saat dilaukan pemeriksaan anggotanya tidak menemukan identitas dari mayat tersebut.

Bambang menjelaskan, untuk ciri-ciri korban diantaranya umur sekitar 20 tahunan, memakai kaos hitam celana kolor, memakai gelang dikedua tangannya, serta pakai empat ikat kepala.

Bambang menambahkan, dari pemeriksaan sementara tim medis tidak menemukan luka luka penganiayaan. Namun untuk memastikan penyebab kematian korban saat ini pihaknya masih menunggu otopsi tim medis dari rumah sakit Karyadi Semarang. Bambang berharap kepada masyarakat yang merasa kehilangan salah satu anggotanya untuk segera melapor kantor kepolisian terdekat.

KOMISI A DPRD LAKUKAN SIDAK TEMPAT PENGINAPAN DAN KARAOKE

Sejumlah komisi A DPRD Kota Pekalongan hari kamis 14 oktober malam melakukan sidak di sejumlah tempat hiburan dan tempat penginapan di Kota Batik.

Malul Akbar salah satu anggota komisi A DPRD Kota Pekalongan yang dihubungi Radio Kota Batik melalui telefon mengatakan, sidak ini digelar dalam rangka penegakan perda pelarangan minuman beralkhohol serta perijinan hotel.

Menurut Malul, dalam sidak tersebut pihaknya menemukan sejumlah Pemandu Lagu karaoke yang berpakaian minim, padahal sebelumnya sudah diperingatkan. Selain itu di salah satu hotel di jalan Kartini anggota dewan menemukan 3 pasangan bukan suami istri tengah menginap di dalam kamar hotel serta seorang pengunjung karaoke yang tidak memiliki KTP. Temuan ini kemudian dilaporkan ke satpol PP setempat.

115 YAYASAN SEKOLAH SWASTA DAN DEWAN PENDIDIKAN KOTA PEKALONGAN UJI MARETI UU SISDIKNAS

Kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengelola pendidikan swasta, membuat Mahmud Masykur Kepala SMP Salafiyah mangajukan uji materiil Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ke Mahkamah Konstitusi.

Menurut Kepala SMP Salafiyah Pekalongan Mahmud Maskur mengatakan, dengan adanya ketidakadilan dan ketidakseimbangan yang didapatkan selama ini membuat pihaknya bersama 115 yayasan sekolah swasta serta dewan pendidikan kota Pekalongan mengajukan uji materi undang-undang system pendidikan nasional kepada mahkamah konstitusi untuk menuntut kepastian hokum.

Mahmud mengatakan, bantuan dari pemerintah untuk lembaga pendidikan swasta dinilai masih sangat kurang terutama pada Dana Alokasi Khusus yang disediakan pemerintah hanya 20 % saja yang masuk ke pendidikan swasta, sedangkan sisanya masuk ke sekolah negeri.

Mahmud menambahkan, pada sidang perdana kemarin belum memasuki materi yang sebenarnya dan belum menghadirkan para saksi ahli, sidang hanya melengkapi administrasi. Sementara sidang lanjutan kedua juga akan segera digelar dalam waktu setengah bulan kedepan.

DISHUB AKAN TERTIBKAN ANGKOT YANG SERING BERHENTI MENDADAK DIDEPAN RUKO DE BAROS

Sangat rendahnya kepatuhan sejumlah pengemudi angkutan umum yang berhenti di depan komplek ruko de Baros. Hal ini membuat para pemilik ruko setempat mengadu ke pihak terkait, karena parkir di sembarang tempat ini membuat pemilik ruko banyak kehilangan tamunya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkominfoparbud Kota Pekalongan Muanas Budi Setyono mengatakan, pihaknya akan segera mengambil sikap dan menindak lanjuti keluhan tersebut serta sesegera mungkin berkoordinasi dengan pihak Satlantas Polres Pekalongan Kota maupun pengelola terminal.

Muanas menegaskan, kedepan pihaknya tidak segan-segan untuk menghentikan ijin trayek angkutan yang sering berhenti di depan Ruko de baros yang tetap membandel walaupun sudah diberikan peringatan.

Muanas menambahkan, dikawasan tersebut padahal sudah dipasang tanda larangan berhenti dan selalu mendapat teguran dari petugas yang berjaga. Namun pengemudi angkutan Umum tersebut tetap nekad melanggar.

KASUS KECELAKAAN KERJA DI KOTA BATIK MENURUN

Kasus kecelakaan kerja di wilayah Kota Pekalongan sepanjang tahun ini menurun. Jumlah karyawan yang mengalami kecelakaan kerja baru mencapai 2 kasus . Dari dua kasus kecelakaan kerja tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.

Menurut Taing Nurdiniwati Lubis dari jamsostek setempat, sampai dengan saat ini kecelakan kerja di wilayah Pekalongan dinilai masih jarang terjadi. Namun demikian secara keseluruhan yang di tangani Jamsostek Pekalongan meliputi 4 wilayah yaitu Batang, Pekalongan dan Pemalang, kasus kecelakaan kerja mencapai 6 kasus. Meski demikian 6 kasus kecelakan tersebut sudah diklaimkan dan yang bersangkutan sudah mendapatkan santunan.

Dini menambahkan kecelakaan yang terjadi pada karyawan yang mendapatkan klaim tersebut diantaranya karena jatuh tertimpa bangunan, terserempet mobil serta karena menderita sakit dirawat di rumah sakit.

Warga Tirto Jadi Korban Aksi Hipnotis

Unesco Garap Film Batik Pekalongan

Sebagai upaya untuk pelestarian batik sebagai warisan budaya milik bangsa Indonesia, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB kini tengah menggarap Film Batik Pekalongan yang rencananya akan di putar di lebih di seratus dua puluh lima Negara.

Pemerhati Batik Gaura Mancacarita Dipura kepada reporter radio kota batik mengatakan, pembuatan film tersebut sengaja dilakukan di sekolah-sekolah, karena kini batik telah masuk ke dalam kurikulum sekolah di Pekalongan.

Gaura menambahkan pemilihan kota pekalongan menjadi obyek pengambilan gambar/ karena dilatarbelakangi keberhasilan kurikulum batik di sekolah sekolah/ karena pelajaran batik sudah diberikan pada pendisikan usia dini hingga pendidikan atas semua lengkap.

Gaura menambahkan, rencanannya film tersebut akan dibagi menjadi dua durasi yaitu 5 menit dan 15 menit. Rencananya pengambilan gambar akan berlangsung selama 2 hari kedepan. Gaura berharap dengan adanya pembuatan film tersebut negara negara lain didunia akan banyak belajar batik di Indonesia.

PLN Merugi 2,8 M Per Bulan Akibat Pencurian Listrik

PT PLN Area Pelayanan dan Jaringan Pekalongan merugi hingga 2,8 M rupiah setiap bulannya. Hal tersebut dikarenakan pencurian listrik, akibatnya PLN harus kehilangan daya mencapai 800 ribu per KWH dalam setiap hari.

Menurut Tu’ko Supervisor Strategi Pemasaran APJ Pekalongan jumlah kerugian 2,8 M rupiah tersebut adalah total dari wilayah UPJ Batang, Wiradesa, Kedungwuni dan Pekalongan kota.

Tuko menjelaskan, modus yang sering terjadi dilakukan adalah dengan merekayasa kWh meter, misalnya dengan daya listrik diperbesar sehingga tidak sesuai dengan beban daya kontrak yang ada.

Tuko menambahkan, banyak factor yang mempengaruhi PLN merugi. Untuk itu diharapkan kerjasamanya dalam menekan kerugian yang dialami PLN, yaitu dengan tidak memasang penerangan jalan umum liar dan tidak melakukan rekayasa kwh meter sehingga kerugian ini lebih bisa di tekan.

Populasi Macan Tutul Di Petungkriyono Menurun

Jumlah populasi fauna endemik di Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan mengalami penurunan yang signifikan, karena semakin terdesaknya lahan konservasi untuk kehidupan fauna tersebut.

Satwa yang mulai mengalami penurunan populasi adalah macan tutul atau Panthera pardus terancam punah akibat pemburuan yang dilakukan pemburu liar sehingga perlu dilakukan upaya pengamanan.

Kendi pengamat lingkungan Komuniti Forestry menjelaskan habitat macan tutul diperkirakan berada di kawasan Sawangan, Larangan, Kedeng serta hutan Soko Kembang.
Pihaknya merasa prihatin dengan berkurangnya populasi macan tutul tersebut dan berharap pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam melakukan koordinasi untuk pengamanan satwa-satwa langka tersebut.

Di kawasan hutan lindung Petungkriyono seluas 5.300 hektar pada 2001- 2002 Populasi macan tutul diperkirakan mencapai 32 ekor. Teridentifikasi berdasarkan lacak jejak dan lacak bekas, tetapi yang terbaru berdasarkan laporan pihak Perhutani setempat memperkirakan macan tutul kini tinggal 18 ekor saja.

Dana Masih Menjadi Kendala Pengembangan Olah Raga Balap Motor Di Pekalongan

Perkembangan Olah Raga Balap Motor di Kota Pekalongan hingga kini masih terkendala dana. Selama ini dana yang diberikan oleh KONI pertahun hanya sekitar 10 Juta rupiah, sedangkan untuk mengikuti sekali even perlombaan paling tidak membutuhkan dana antara 2 hingga 3 juta rupiah. Padahal dalam satu tahun kalender balap motor harus mengikuti Sejumlah even.

Andar sekretaris FOBM Kota Pekalongan mengungkapkan, akibat kekurangan dana tersebut kota Pekalongan tidak bisa mengikuti seluruh even lomba balapan hingga di kota-kota besar lainnya. Sejauh ini pihaknya hanya mampu mengikuti perlombaan sampai di Lintas Jawa Tengah saja.

Andar menambahkan, selain factor biaya kelengkapan untuk balap motor juga dirasa masih kurang. Namun yang paling penting, agar sirkuit balapan yang sudah direncanakan akan dibangun pada tahun 2011 di kota Pekalongan bisa segera terealisasi secepatnya.

Perajin Tempe Pekalongan Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai

Perajin tempe dan tahu di kota Pekalongan mengeluhkan naiknya harga kedelai, hingga mereka kesulitan untuk meningkatkan usahanya. Harga kedelai sebelumnya 5.200 per kilo kini naik menjadi 5.650 rupiah per kilonya.

Ketua Paguyuban Pedagang Tempe dan Tahu Kota Pekalongan Ahmad Teguh mengatakan, karena kenaikan ini membuat pengrajin terpaksa mengurangi produksi dan memperkecil ukuran tempe yang dijual dengan harga tetap. Sementara untuk menaikkan harga jual tidak bisa dilakukan karena khawatir penjualan akan menurun.

Teguh menambahkan, saat ini harga kedelai dijual dengan harga bervariasi sehingga pedagang di Kota Pekalongan menjual tempe dan tahu dengan harga yang berbeda beda. Kedepan pihaknya berharap agar harga kedelai ini bisa distandarkan.

Teguh mengharapkan pemerintah kota bisa kembali memberikan bantuannya seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu dengan memberikan bantuan subsidi untuk kedelai.

Raskin Bulan November Segera Didistribusikan

Untuk mempercepat penyaluran raskin di Kota Batik, Pemkot Kota Pekalongan pada awal pekan mendatang akan menyaluran raskin untuk jatah bulan November ke warga.

Kasubag Bina Produksi bagian Perekonomian PemKot Pekalongan Wismo Aditiyo kepada reporter Radio Kota Batik mengatakan, kemungkinan besar pada awal pekan mendatang semua kelurahan di Kota Batik sudah bisa menerima pasokan raskin, dengan jumlah Rumah Tangga Sasaran yang masih sama yakni 22.639 RTS.

Wismo menambahkan untuk penyaluran raskin pada bulan Desember mendatang akan dilakukan pada bulan November, sehingga setiap bulan mengalami percepatan jadwal seperti yang di perintahkan gubernur jawa tengah.

Pedagang Rokok Dianiaya Hingga Kritis

Ja’iI warga Kelurahan Dekoro Kecamatan Pekalongan Timur dianiaya orang tak dikenal hingga kritis di kios rokok miliknya dilokasi pasar grosir setono. Akibat kejadian tersebut korban harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Bedah Aro Pekalongan.

Jaya salah seorang saksi kepada reporter radio kota batik mengatakan, ketika rekannya hendak berniat membeli rokok, dia melihat korban sudah tergeletak dengan bersimbah darah sehingga kejadian tersebut langsung dilaporkan ke polisi.

Jaya menambahkan sesaat setelah kejadian dirinya melihat dua orang mengendarai sepeda dengan muka tertutup topeng sarung dan melarikan diri ke arah barat.

Sementara itu Kapolsekta Pekalongan Timur Komisaris Polisi Sri Sumardi kepada reporter radio kota batik mengatakan, berdasarkan olah kejadian perkara ditempat kejadian pihaknya menyimpulkan kejadian tersebut murni penganiayaan karena di lokasi tidak ditemukan barang barang yang hilang.

Sumardi menambahkan, untuk mengamankan tempat kejadian perkara pihaknya langsung memasang garis polisi sedangkan untuk mengetahui cirri-ciri pelaku saat ini pihaknya tengah memeriksa sejumlah saksi.

Eksepsi Ditolak KNPI Kecewa

DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia atau KNPI Kota Pekalongan kecewa dengan keputusan majelis hakim yang menolak Eksepsi penasehat hukum Super Abdol dalam sidang lanjutan dugaan pemalsuan data di Pengadilan Negeri Pekalongan, Rabu 13 Oktober.

Ketua KNPI Kota Pekalongan Mohammad Luhtfi, kepada reporter radio kota batik mengatakan, meskipun secara tegas menerima putusan majelis hakim, namun pihaknya menyayangkan proses persidangan tersebut tetap dilanjutkan, karena dirinya menilai pada permasalahan ini tidak ada yang dirugikan.

Luhtfi menegaskan, jika Super Abdol tidak akan melakukan perbuatan tersebut. Namun dirinya menilai jika kasus ini sengaja dipaksakan meskipun sebenarnya tidak ada kejadian apapun karena pemilukada kemarin berjalan dengan lancar.

Luhtfi berharap agar kasus ini bisa diselesaikan seadil-adilnya kerena jika permasalahan ini tidak diselesaikan secara fakta maka akan menimbulkan polemic baru dikalangan masyarakat kota pekalongan.

Dinkes Kota Pekalongan Belum Lakukan Pengecekan Atas Kasus Mie Instan

Meskipun marak pemberitaan mengenai penarikan produk mie instan di Taiwan, dikarenakan mengandung hydroxilmethyl benzoate yaitu zat pengawet yang digunakan untuk mengawetkan berbagai produk makanan maupun kosmetik, namun hingga saat ini Dinas Kesehatan Kota Pekalongan belum melakukan pengecekan di lapangan.

Muji Purwati Kasie Obat,Makanan,Minuman Dan Perbekalan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum melakukan razia dikarenakan belum ada himbauan dari BPOM Pusat.

Muji menambahkan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan biasanya melakukan pengecekan di lapangan dua kali dalam setahun. Dan pada awal 2010 Dinas Kesehatan Kota Pekalongan pernah melakukan razia, namun dari hasil pengecekan tersebut belum ditemukan makanan atau kosmetik yang mengandung zat berbahaya.

Sementara itu zat hydroxilmethyl benzoate dan benzoic acid menurut Muji apabila di konsumsi berlebihan dapat berdampak pada gangguan ginjal. Dan apabila digunakan untuk kosmetik bisa menyebabkan iritasi kulit.

90 % Tambak Di Kota Pekalongan Terkena Rob

Sekitar 90 persen areal tambak milik petani diwilayah kecamatan pekalongan utara saat ini rusak akibat terendam rob, akibatnya petani tambak merugi hingga mencapai 3 milyar rupiah.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan Kota Pekalongan Widagdo kepada reporter Radio Kota Batik mengatakan, banjir rob tersebut terjadi menyeluruh di wilayah pesisir pantai utara sehingga seluruh areal tambak di 6 Kelurahan terendam.

Widagdo menjelaskan, dari 330 hektar areal tambak yang ada hanya 10% saja yang selamat dari terjangan rob, sisanya menyeluruh terendam. Bahkan rob kali ini membuat kerugian yang cukup banyak karena petani telah gagal panen sepanjang satu musim penuh.

Widagdo menambahkan, area tambak yang terendam rob berada di kelurahan Bandengan, Panjang Baru, Panjang Wetan, Kandang Panjang, Krapyak Lor, Bandengan serta di Kelurahan Degayu.

Dua Perusahaan Di Kabupaten Pekalongan Minta Penangguhkan UMK

Dua dari 468 perusahaan di Kabupaten Pekalongan menangguhkan upah minimum kabupaten (UMK) 2011 yang diusulkan pemerintah daerah setempat sebesar 810 ribu per bulan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Perlindungan Kerja Dinas sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan Abdul Kholik kepada kantor berita antara mengatakan kedua perusahaan tersebut adalah PT Prisatek Wonopringgo dan Perusahaan Teh Kaliboja, Kecamatan Bojong.

Abdul Kholik menjelaskan, kedua perusahaan menyatakan tidak mampu memberikan UMK kepada karyawannya sesuai yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Pekalongan ke Gubernur Jawa Tengah sebesar 810 ribu per bulan.

Ia menjelaskan, penangguhan UMK memang dapat dilakukan oleh perusahaan dengan mengajukan prosedur yang benar ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah antara lain adanya kesepakatan antara karyawan dan perusahaan yang diwakili oleh Serikat Pekerja Nasional (SPN) setempat, foto kopi, akte pendirian perusahaan dan laporan laba rugi selama tahun ke depan.

Abdul Kholik menambahkan, dengan adanya penangguhan UMK tersebut Dinsosnaker akan melakukan pendataan terhadap kedua perusahaan itu untuk memberikan informasi atas kejelasan aturan terhadap hak karyawan.

Pemkab Pekalongan Optimis Target Produksi Pangan Terlampaui

Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyatakan optimistis target produksi padi pada 2010 sebanyak 250 ribu ton akan terlampaui. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pekalongan Sumarmo mengatakan, anomali musim dan cuaca ekstrem yang masih sering terjadi di Pekalongan belum berpengaruh terhadap pengadaan produksi padi tahun ini.

Menurut Sumarno perubahan cuaca yang tidak menentu hanya berpengaruh pada penurunan produksi palawija seperti jagung dan ketela. Namun untuk tanaman padi belum sampai menimbulkan penurunan produksi kendati terjadi anomali musim.

Sumarno menjelaskan, saat terjadi perubahan cuaca sebagian besar petani di Kabupaten Pekalongan tidak menanam palawija dan lebih memilik menanam padi sehingga produksi padi pada 2010 justru akan bertambah.

Sumarno menambahkan selain berpengarun terhadap penurunan produksi palawija cuaca ekstrem akan menimbulkan dampak terhadap kualitas produksi tebu. Saat ini nilai rendeman tebu atau Persentase kadar gula tebu semula mencapai tujuh persen turun menjadi 5,8 %.

Perburuan Liar Masih Terjadi Di Petungkriyono Kabupaten Pekalongan

Meskipun sudah ada larangan untuk tidak melakukan perburuan hewan langka di kawasan hutan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, namun sebagian masyarakat masih banyak melakukan pemburuan liar. Hal ini dikhawatirkan akan merusak populasi hewan langka tersebut.

Kendi Pengamat Lingkungan dari komunity foresty kabupaten Pekalongan mengatakan, beragam fauna yang ada di Hutan petungkriyono seperti macan kumbang, dan owa jawa, rangkong, landak maupun kijang populasinya semakin tahun semakin menurun.

Menurut Kendi meski Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah sering melakukan sosialisasi tentang penyelamatan fauna, namun masyarakat masih belum peduli Dan masih banyak yang melakukan perburuan liar.

Kendi menambahkan populasi fauna yang mengalami penurunan terparah pada jenis burung seperti burung cucak ijo serta kepodang. Kedua burung tersebut di buru karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

DPRD Desak Disperindagkop Lakukan Pendataan Pedagang

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Pekalongan mendesak Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Industri Kecil Menengah untuk melakukan pendataan terhadap jumlah pedagang di Pasar banjarsari.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan Bambang Ismunarto mengatakan, pendataan ini di maksudkan untuk mencegah terjadinya kesemrawutan. Sehingga pedagang yang tidak memiliki kios tidak bisa seenaknya berdagang disembarang tempat seperti yang saat ini terdadi dijalan sultan agung.

Bambang menambahkan jika para pedagang tersebut tidak terdata maka pemilik kios yang berada didalam akan mengalami kerugian karena para pedagang seenaknya menggelar dagangan dijalan sehingga para pembeli pun lebih memilih belanja diluar ketimbang didalam.

Naiknya Harga Kain Pengaruhi Ekspor Pekalongan

Kenaikan harga kapas dunia membuat perajin batik di kota Pekalongan resah. Hal ini dikarenakan harga bahan baku batik yaitu kain mori ikut mengalami kenaikan, sehingga berpengaruh pada ekspor barang.

Romi Oktabirawa Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia atau ASEPHI kota Pekalongan mengatakan, harga kain jenis katun mengalami kenaikan antara 7 ratus hingga seribu rupiah. Harga kain untuk jenis katun per yard nya naik dari 4300 menjadi 5000 rupiah. Kenaikan ini telah terjadi sejak satu bulan yang lalu.

Romi menambahkan,kenaikan harga kain ini membuat pengiriman barang terpaksa ditunda hingga adanya persetujuan mengenai harga baru. Sementara untuk kenaikan harga kain ini belum bisa diprediksi hingga kapan akan turun.

DPRD Minta Tahun Depan Pasar Banjarsari Direlokasi Ulang

Untuk mengantisipasi terjadinya kesemrawutan serta sepinya pembeli di Pasar banjarsari, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kota Pekalongan meminta Pemkot rencanakan relokasi ulang pedagang pada tahun 2011 mendatang.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan Bambang Ismunarto, kepada reporter radio kota batik mengatakan, permasalahan pasar banjarsari adalah permasalahan klasik karena seharusnya pasar tradisional terpisah tidak bercampur dengan Mall, karena hal ini akan merugikan pedagang pasar tradisional.

Bambang menambahkan, meskipun relokasi tersebut baru tahap rencana namun pihaknya akan berusaha maksimal, terutama memindahkan posisi mal ke bagian paling atas.

PDAM Kembangkan Jaringan Untuk Daerah Minus

Perusahaan Daerah Air Minum Kota Pekalongan hingga saat ini baru bisa melayani sekitar 38 persen dari jumlah penduduk kota pekalongan. Dan untuk mencapai target 50 persen dari jumlah penduduk Kota Pekalongan. PDAM akan melakukan pengembangan jaringan di daerah-daerah yang belum tersentuh air bersih.

Kasubag Perencanaan PDAM Kota Pekalongan, Kasmari kepada Radio Kota Batik mengatakan, di tahun ini pihaknya melakukan pengembangan-pengembangan jaringan di wilayah kelurahan yang belum tersentuh air PDAM. Sehingga bisa meningkatkan jumlah pelanggan yang ada saat ini.

Kasmari menjelaskan, hingga Oktober 2010 jumlah pelanggan yang ada mencapai 16 ribuan pelanggan. Jumlah tersebut meningkat setiap tahunnya sekitar 1500 sambungan baru.

Kasmari mengungkapkan, untuk jaringan pipa PDAM saat ini ada 480 kilometer. Baik dari pipa transmisi maupun pipa distribusi, dengan tiga sumber air yakni mata air rogoselo, air permukaan serta 29 sumur bor dalam.

Perubahan Pengaturan Jalur Jalan Hayam Wuruk Tunggu Keputusan Walikota

Pengaturan lalu lintas di jalan Hayam wuruk hingga kini masih menungggu keputusan Walikota Pekalongan, hal itu seperti yang dikatakan Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkminfoparbud Kota Pekalongan Muanas Budi Setiono, ketika menanggapi keluhan warga terhadap pengaturan lalu lintas jalan hayam wuruk yang di jadikan satu arah.

Menurut Muanas, sudah selayaknya jalan hayam wuruk di buat satu arah mengingat volume kendaraan semakin padat dan jalan di kota semakin sempit. Sehingga dengan cara ini di harapkan akan mengurangi angka kecelakaan. Namun masyarakat Kota Pekalongan nampaknya masih banyak yang belum siap dengan perubahan ini.

Muanas berharap, agar masyarakat kota batik bisa lebih memahami perubahan jalur ini. Karena hal tersebut di lakukan untuk membuat lalu lintas di jalan hayamwuruk menjadi lebih tertib.

Pertandingan Persip Lawan Persikasi Diwarnai Pelemparan Terhadap Wasit

Pertandingan lanjutan kompetisi divisi satu liga Indonesia grup 4 antara tuan rumah Persip melawan Persikasi diwarnai kericuhan, ketika hakim garis Unita Bima Sandra dari Magetan harus menjalani perawatan karena mendapat lemparan batu dari penonton di tribun Timur sebelah utara.

Pertandingan sempat terhenti beberapa menit, setelah hakim garis menjalani perawatan dan bisa melanjutkan kembali. Sedangkan insiden kedua terjadi karena pemain kedua kesebelasan yang emosional nyaris baku hantam, namun berhasil diredam oleh wasit dan keamanan.

Pertandingan sendiri berakhir seri. Persip unggul terlebih dahulu lewat Muslimin di menit 35 namun disamakan oleh pemain Persikasi Supriyadi dimenit 43. Pelatih Persikasi Sholichin menyayangkan terjadinya insiden pelemparan wasit dan emosi dari salah seorang official Persip.

Sementara pelatih Persip Nassal Mustofa mangakui anak asuhnya bermain kurang tenang dan sering kehilangan konsentrasi. Menurutnya anak asuhnya terlalu percaya diri karena sudah pasti lolos, sehingga sedikit meremehkan pemain lawan. Aibatnya lawan justru sering menekan Persip.

Dengan hasil ini Persip tetap di peringkat pertama dengan poit 13, sedangkan Persikasi menempati ketiga dengan 8 poin. Peringkat kedua di tempati Persitema Temangung.

Inflasi Di Pekalongan Selama September Naik Dibanding Bulan Agustus

Badan Pusat Statistik atau BPS kota Pekalongan mencatat inflasi pada September lalu mencapai 1,01 persen, sebagai akibat dari naiknya indeks harga konsumen dari 117,35 di bulan Agustus menjadi 118,54 pada bulan September.

Kasi Distribusi Badan Pusat Statistik Kota Pekalongan Suharlan kepada radio Kota Batik mengatakan, inflasi satu bulan 1,01 persen tergolong tinggi karena inflasi yang tergolong normal adalah 5-6 persen.

Menurut Suharlan, jika dibandingkan dengan tingkat inflasi pada bulan Agustus lalu, yang mencapai 0,51 persen, inflasi bulan September tergolong tinggi karena kondisi bulan Agustus lalu untuk kelompok-kelompok pengeluaran mengalami kenaikan. Misalnya saja untuk kelompok transportasi, sandang, dan juga kelompok makanan.

Suharlan menjelaskan, dari pengalaman sebelumnya untuk bulan Oktober mendatang diperkirakan akan terjadi deflasi, meskipun nilainya tidak begitu tinggi.

Rehab Gedung SMPN 9 Terhambat Rob

Rencana peninggian gedung SMP Negeri 9 kota Pekalongan hingga saat ini masih terkendala karena banjir air laut pasang atau ROB belum surut. Pembangunan akses jalan serta peninggian 9 lokasi ruang kelas akan dilakukan setelah air pasang surut.

Kepala Dinas pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Pekalongan, Abdul Jalil Kepada reporter radio kota batik mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kejadian yang menimpa gedung SMP Negeri 9. Jika rob tersebut terus menggenangi gedung sekolah dengan ketinggian diatas ambang batas maka pihaknya secepat akan melakukan pembenahan, diantaranya dengan melakukan peninggian kelas maupun akses jalan menuju sekolah.

Jalil menambahkan pihaknya tidak memprediksi jika rob akan datang pada bulan ini karena berdasarkan pengamatan biasanya rob datang pada sore hari ketika kegiatan belajar mengajar sudah selesai. Namun pihaknya berharap agar proses belajar mengajar bisa terus dilakukan meski sekitar lokasi di landa rob.

Sepuluh Kecamatan di Kabupaten Pekalongan Rawan Banjir

Sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Pekalongan, rawan bencana banjir sehingga warga diimbau waspada karena hujan masih sering terjadi di daerah itu.
Kepala Seksi Kesatuan Bangsa dan Perlindungan, Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Pekalongan, Agus Arifinmengatakan "Fenomena alam yang tidak menentu, seperti masih seringnya turun hujan di Kabupaten Pekalongan akan menimbulkan kerawanan bahaya banjir.

Kesepuluh kecamatan rawan banjir tersebut adalah kecamatan Tirto, Wiradesa, Siwalan, Wonokerto, Sragi, Bojong, Kesesi,Buaran, Karangdadap dan Kajen.

Agus menjelaskan, faktor penyebab bencana banjir di Kabupaten Pekalongan lebih didominasi akibat ketidakpedulian warga terhadap kebersihan lingkungannya. Selain itu, faktor penyebab banjir juga diakibatkan adanya kemungkinan bangunan saluran air sungai yang rusak.

Agus mengimbau masyarakat agar secepatnya melaporkan ke petugas penanggulangan bencana setempat atau petugas balai desa jika mengetahui adanya gejala bencana tersebut.

IPM Di Kota Pekalongan Meningkat

Pencapaian indeks pembangunan manusia atau IPM di Kota Pekalongan menunjukkan peningkatan signifikan. Terbukti pada 2010 pencapaiannya Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 73,05 menjadi 74, 01 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dengan kondisi itu, maka Indeks Pembangunan Manusia Kota Batik kini menempati urutan kelima di Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Walikota Pekalongan Basyir Akhmad kepada Radio Kota Batik.

Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Keluarga Berencana Dan Ketahanan Pangan Kota Pekalongan Chandra Herawati mengatakan, meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia dikarenakan adanya korelasi dalam program program penangulangan kemiskinan yang terintegrasi secara menyeluruh dan komprehensif . Sehingga meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia serta menurunkan angka kemiskinan.

Chandra menambahkan, walaupun pada tahun 2008 dan 2009 Indeks Pembangunan Manusia di Kota Pekalongan masih stabil. Namun secara Nasional IPM di kota pekalongan meningkat, yaitu dari peringkat 96 naik menjadi peringkat 95.

Cuaca Ekstrem Pengaruhi Harga Komoditas Sayuran

Akibat cuaca yang tidak menentu di wilayah Pantura Pekalongan saat ini, membuat harga sejumlah komoditas sayuran di pasar tradisional di kota Pekalongan mengalami kenaikan.

Darwati Kepala Perindustrian Disperindagkop dan UMKM Kota Pekalongan mengatakan, harga sayuran ini naik rata rata seribu sampai 3 ribu rupiah. Dan kenaikan ini terjadi sejak beberapa waktu lalu dan diperkirakan masih akan terjadi hingga Februari tahun depan.

Darwati menambahkan, untuk menekan kenaikan harga sayuran ini, pihaknya berupaya agar pasokan ke Pekalongan tetap lancar dan mencukupi sehingga harga akan stabil. Komoditas sayuran yang mengalami kenaikan diantaranya cabe merah keriting dari 11 ribu menjadi 13 ribu per kilonya, bawang merah dari 14 ribu menjadi 17 ribu perkilonya.

Perbaikan Jembatan Sapuro Selesai Akhir Bulan Ini

Proses Pembangunan jembatan yang menghungkan wilayah sapuro dan kelurhan Keputran akan dikebut, rencananya pada akhir bulan oktober ini jembatan tersebut sudah bisa dioperasionalkan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan tata Ruang Kota Pekalongan Marsudi kepada reporter radio kota batik mengatakan, pembangunan jembatan memakan waktu enam bulan karena seluruh rangka jembatan harus diganti dengan beton dan baja.

Marsudi menjelaskan, panjang jembatan tersebut saat ini mencapai enam puluh meter dan lebar dua koma lima meter, diharapkan dengan adanya perbaikan jembatan tersebut masyarakat sekitar akan lebih nyaman saat melintas dijembatan tersebut.

Marsudi menambahkan meskipun sesuai kontrak selesai pada bulan oktober mendatang namun kwemungkinan akan maju kerna pembangunannya saat ini tinggal melakukan pengaspalan badan jalan.

Warga Kelurahan Yosorejo Masih Kesulitan Membuang Sampah

Sejumlah warga di Rt 01 Rw 05 kelurahan Yosorejo kecamatan Pekalongan Selatan mengaku kesulitan membuang sampah, karena tidak adanya petugas dari DPU PT maupun kecamatan yang mengambil sampah warga untuk di buang di TPA Degayu.

Sasmitono Kepala Kelurahan Yosorejo ketika dihubungi Radio Kota Batik mengungkapkan di RT 01 RW 05 di wilayahnya memang tidak dilalui oleh mobil pengangkut sampah dari kecamatan. Selain karena keterbatasan armada, di wilayah Yosorejo masih banyak terdapat kebon kosong yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk mengubur sampah.

Sasmitono menjelaskan rencananya untuk menampung sampah warga di kelurahan Yosorejo akan dibuatkan tempat pengolahan sampah terpadu pada tahun akhir ini.

Sasmitono menambahkan dari 22 RT di wilayah lima diantaranya adalah RT yang masuk dalam bina lingkungan kumuh, dan baru satu RT yang menerima bantuan tempat pemilahan sampah organic dan un-organik dari kantor lingkungan hidup.

Akhir Tahun Seluruh SKPD Harus Gunakan Sofware Legal

Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan diharuskan menggunakan software legal dalam pemanfaatan sarana Tekhnologi Informasi dan Komunikasi atau TIK pada akhir Desember 2010 mendatang.

Walikota Pekalongan Basyir Ahmad, pada Pencanangan Gerakan Percepatan Program Migrasi ke Sofware Legal Dalam pemanfaatan TIK di Lingkungan SKPD mengatakan, pencanangan penggunaan software legal ini dilakukan guna menghindari berbagai pelanggaran.

Basyir menjelaskan, dasar migrasi adalah menuju ke software legal tidak berbayar dan berkode terbuka atau Free Open Source Software atau FOSS, karena jika semuanya harus menggunakan yang berbayar maka Pemkot pekalongan membutuhkan dana sekitar 7 Milyar.

Sementara itu, Sekda Kota Pekalongan yang juga ketua Tim TIK Dwi Arie Putranto pada paparanya menjelaskan, dasar pemikiran langkah Migrasi ini yakni guna menghindari pelanggaran ketentuan Undang-undang nomor 19 tahun 2002 tentang pelanggaran Hak Cipta dalam Penyelenggaraan pelayanan Publik. Selain itu juga untuk memberikan teladan kepatuhan hukum kepada masyarakat.

Dwi Ari menambahkan, sasaran migrasi ini adalah enam ratus empat puluh lima unit komputer aktif di 33 SKPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan karena saat ini penggunaan software legal hanya tiga puluh tiga saja.

Penjaga Conter HP Dihipnotis 18 Juta Melayang

Aksi kejahatan menggunakan modus hipnotis kembali terjadi di Kota Pekalongan. Kali ini menimpa sebuah Conter HP di jalan KHM Mansyur. Tiga orang lelaki yang menyamar menjadi pembeli berhasil mengelabui penjaga Conter Hp, dan membawa kabur sejumlah kartu Voucer maupun kartu perdana senilai 18,5 juta rupiah.

Nita Penjaga konter HP Kepada reporter radio kota batik mengatakan saat sedang menjaga conter tiba-tiba datang tiga orang pembeli, namun saat ditanya mereka menjawab dengan jawaban yang sulit dipahami. Saat sedang melayani salah satu dari mereka masuk dan mengambil satu dus berisi vocer dan kartu perdana, namun aksi tersebut tidak diketahui oleh korban kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsekta Pekalongan Barat.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian. Kapolsekta Pekalongan Barat Ajun Komisaris Polis Tukiran saat di Hubungi mengatakan sedang berada diluar kantor karena ada lelayu.

Kota Pekalongan Termasuk Kota Yang Memiliki Masalah Lingkungan Se Jateng

Kota Pekalongan dinyatakan menempati urutan ke 14 dari 15 diantara Kota dan Kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki masalah lingkungan. Hal ini nampak dalam koreksi yang dilakukan oleh tim pamantapan dan penilaian adipura provinsi Jawa Tengah.

Kepala Bidang pengendalian Pencemaran Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Tengah, Djaka Prakoso dalam pidatonya dihadapan peserta rapat koordinasi evaluasi persiapan pemantapan dan penilaian Adipura di gedung Setda setempat mengatakan setelah mendapatkan penghargaan Adipura pihaknya menemukan sekitar tiga belas kawasan yang mengalami penurunan mutu lingkungan.

Djaka menambahkan untuk kedepan pihaknya akan lebih teliti dalam melakukan penilaitan Kota atau Kabupaten peraih Adipura bahkan nantinya untuk penilaian bukan hanya masalah lingkungan tetapi juga masalah pencemaran serta kualitas sumber air tanah.

Memeras Pedagang 11 Anak Punk Diamankan Satpol PP

Diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah pedagang buah sebelas anak punk di amankan oleh satpol PP Kota Pekalongan.

Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas Satpol PP Kota Pekalongan Nuridin kepada reporter radio kota batik mengatakan, penangkapan tersebut berkat adanya laporan masyarakat yang resah dengan prilaku mereka. Mereka yang tertangkap 5 orang berasal dari Jakarta dan 6 lainya dari Pekalongan.

Nuridin menambahkan, dengan adanya penindakan tersebut diharapkan akan memberikan efek jera terhadap para anak punk yang dinilai bertindak diluar batas kewajaran.

Sementara Herman salah seorang anggota Punk yang tertangkap mengatakan mereka baru dua hari berada di Pekalongan, dan bermaksud mencari ongkos pulang dengan cara ngamen. Setelah dilakukan identifikasi mereka kemudian langsung dikirim ke Rumah Panti Sosial Berbasis Masyarakat atau RPSBM di Pekalongan Selatan.

Mantan Walikota Pekalongan Sumbang Ratusan Koleksi Buku Ke Perputakaan

Untuk membantu meningkatkan minat baca Mantan Walikota Pekalongan Haji Samsudiat memberikan dua ratus buku koleksinya kepada Perpustakaan Umum Milik Pemkot Pekalongan, dengan bantuan tersebut membuat koleksi buku Di Perpustakaan bertambah menjadi empat puluh ribu empat ratus koleksi.

Mantan Walikota Pekalongan Haji Samsudiat, kepada reporter radio kota batik mengatakan, sumbangan buku miliknya ada sekitar empat ratus judul buku yang di koleksi sejak dirinya belum menjabat menjadi walikota Pekalongan.

Sementara itu Kepala Perpustkaan Kota Pekalongan Maryati, kepada reporter radio kota batik mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih karena dengan adanya sumbangan tersebut akan menambah koleksi buku di perpustakaan.

Maryati berharap dengan adanya sumbangan buku dari mantan penguasa pekalongan ini akan muncul penyumbang buku lainnya, karena hal ini akan semakin membantu Pemkot dalam mendirikan perpustakaan di tingkat RW.

Cegah Narkoba Dan Seks Bebas PIK KRR di Bentuk Sekolah

Dalam upaya mencegah terjadinya seks bebas dan pemakaian narkoba di kalangan remaja yang rentan terhadap penularan penyakit kelamin atau HIV/AIDS, Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Keluarga Berencana Dan Ketahanan Pangan Kota Pekalongan menggiatkan kembali pembentukan Pusat Informasi Konseling dan Kesehatan Reproduksi Remaja atau PIK-KRR di sejumlah sekolah.

Sub Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Keluarga Berencana Dan Ketahanan Pangan Kota Pekalongan, Slamet Samuji mengatakan, hingga saat ini telah terbentuk 24 kelompok Pusat Informasi Konseling dan Kesehatan Reproduksi Remaja dengan 147 petugas pengelola dan ribuan anggota simpatisan lainya.

Slamet mengharapkan kegiatan PIK KRR ini bisa semakin berkembang meski dengan jumlah anggaran yang belum memadai. Karena menurutnya, selama ini dana kegiatan PIK KRR dari APBD dinilai kurang mencukupi.

Sementara itu, selain memberikan pembinaan dan pengetahuan soal kesehatan reproduksi setiap tahun PIK-KRR juga diperlombakan. Pada tahun 2007, PIK-KRR SMA Santo Bernadus, meraih juara ketiga di tingkat Provinsi. Sementara SMK Syafi’I Akrom juga pernah menjadi juara harapan tingkat provinsi pada tahun 2008.

Sekitar 700 Nelayan Di Kota Batik Akan Mendapat Bantuan Kartu Nelayan Miskin

Sebanyak 700 nelayan di kota batik akan mendapat bantuan pembuatan kartu pengenal kepada nelayan miskin dari Kementrian Kelautan dan Perikanan. Kartu tersebut nantinya akan digunakan sebagai tanda pengenal untuk nelayan di seluruh Indonesia.

Batman Edward kepala dinas kelautan DPPK kota pekalongan mengatakan pada bulan oktober ini dipastikan sekitar 400 nelayan di kota batik akan mendapatkan kartu nelayan, serta 300 nelayan lainnya akan menyusul pada bulan berikutnya.

Batman menjelaskan, pihaknya mengusulkan kepada Kementrian Kelautan agar kartu nelayan ini bisa digunakan sebagai berobat gratis seperti halnya jamsostek atau askeskin serta pada saat musim paceklik dengan kartu tersebut para nelayan diharapkan bisa lebih mudah mendapatkan bantuan. Dengan kartu pengenal nelayan miskin tersebut nantinya berbagai dokumen yang menyangkut data-data nelayan bisa lebih mudah di dapatkan.
 
Giet artphoto : Memandang | Mendengar | Dan berbicara dengan Lensa Kamera
Copyright © 2013. Masgiet Photographi - All Rights Reserved
Photo by Giet@rtphoto Published by Sigit Bram
Powered by Blogger